November 16, 2009

IPv6 Indonesia

Setelah lama nggak nulis, sampai lupa password wp he he.. akhirnya tergelitik juga untuk sedikit sharing. Hal yang membuat saya agak prihatin adalah perkembangan implementasi IPv6 di Indonesia sangat-sangat lambat. Padahal secara logika sudah bisa disimpulkan bahwa tidak ada cara lain agar perkembangan internet di Indonesia tidak terhambat selain berpindah ke IPv6. Saya mungkin tidak perlu jelaskan panjang lebar apa itu IPv6 karena sudah banyak literatur dan rekan-rekan yang membahasnya. Tapi yang saya ingin jelaskan adalah hambatan yang akan kita hadapi jika kita tidak segera beraksi untuk menggunakan IPv6.

Singkat cerita, IPv4 saat ini jumlahnya tinggal 10% saja, dan beberapa lama lagi akan habis. Kapan habisnya ? banyak hal yang bisa menentukan kapan. Regulasi di RIR, semakin mempersulit kita mendapatkan IP Public. IP public adalah alamat IP yang mutlak di miliki oleh server/perangkat yang dapat di akses di internet. Yang jelas karena IP merupakan alamat, sehingga tidak boleh ada server yang memiliki IP sama. bisa dibayangkan kalau alamat rumah kita ada kembarannya persis. misal di kota Malang ada 2 jalan dengan nama Ahmad Yani. Sehingga otomatis ada 2 rumah dengan alamat Ahmad Yani no 10 Malang. Kalau ada yang kirim surat, nyampainya kemana ? pasti pak pos bingung. Nah agar pak pos bingung pemerintah pasti mengatur agar tidak ada nama sama dalam satu kota. Demikian pula RIR. yang di Indonesia dikelola oleh IDNIC/APJII dibawah koordinasi APNIC. organisasi tersebut bersama organisasi lain di seluruh dunia (ARIN, RIPE, APNIC, LACNIC, AfriNIC) mengkoordinasikan agar tidak ada IP yang sama untuk 2 server. Masalahnya, IPv4 cuman ada 32 bit. Kalau dihitung secara kasar hanya ada 2 ^ 32 IP (dikurangi pembagian kelas IP, localhost dll ).  Bayangin aja.. IPv4 itu di desain sebelum tahun 80, dan distandarkan tahun 1981. Jaman itu gak kepikir kalau jumlah komputer bakal berkembang seperti sekarang. Malah saat ini yang butuh IP gak cuman komputer. Berapa banyak orang update status facebook, twitter, chat via YM pakai HP ? padahal perkembangan jumlah HP jauh lebih banyak dibanding komputer. Nah tahun 1994 muncul suatu model untuk memisahkan antara ip global dan local network yang didasarkan RFC 1631 – The IP Network Address Translator (NAT). Dan kemudian diikuti RFC1918 tentang alokasi ip private pada tahun 1996. Kombinasi IP private dan NAT telah berhasil menekan jumlah kebutuhan akan IPv4 public. Karena pada kenyataannya sebagian besar pengguna internet adalah pengakses. Sehingga IP public hanya di berikan bagi pihak-pihak yang memerlukan dengan syarat yang sangat ketat. Dalam suatu zona network (kantor, rumah, kampus dll) dianggap hanya perlu satu/sedikit ip publik, dan yang lain pakai ip private dengan mekanisme NAT di router. Inilah yang membuat prediksi kehabisan IPv4 dapat ditekan. Namun NAT menimbulkan banyak masalah, antara lain hilangnya point to point communication antara dua node. Contohnya begini, kita punya HP dan punya nomor yang uniq, demikian pula hp teman kita. kalau saya akan menghubungi dia, saya tinggal tekan nomor dia, maka saya akan langsung tersambung ke dia. Tapi jika kita akan menelpon teman kita via komputer, mau tidak mau kita dan teman kita harus terlebih dahulu connect ke server VOIP. misalnya skype atau yahoo. dan keduanya harus connect ke server yang sama. keduanya ke skype atau dua-duanya login ke yahoo. setelah itu saat kita call, maka data voice kita harus di kirimkan terlebih dahulu ke skype, dan skype akan mengirimkan data suara tersebut ke komputer teman kita. Jika yg satu login ke skype dan yg satu login ke yahoo keduanya tidak dapat dapat saling berkomunikasi. (bisa saja jika keduanya memiliki perjanjian pertukaran data, akan tetapi kita tetap perlu yahoo dan skype). Nah contoh yang lain, komputer di belakan NAT, akan berkomunikasi ke internet menggunakan IP dari NAT router. Sehingga jika terdapat beberapa komputer yang berada di belakang NAT, maka komputer tersebut akan menggunakan IP publik yang sama untuk berkomunikasi di internet. artinya bahwa sebuah server di internet tidak akan mengetahui secara persis komputer mana yang sedang mengaksesnya. yang dia tau bahwa yang mengakses server tersebut hanyalah NAT router yang memiliki IP. bagaimana kalau ada serangan dari belakang NAT ? yang bisa tahu hanya admin yang mengelola NAT router. dan jika admin tersebut tidak punya log koneksi ? hilanglah.. masalah lain NAT adalah, komputer di rumah bisa dengan mudah mengakses seluruh konten di Internet. Tapi bagaimana jika anda sudah mempersiapkan presentasi dan di simpan di komputer rumah yang terkoneksi dengan speedy dengan Modem router (pakai NAT tentunya), ternyata ketinggalan. Bisakan komputer rumah di akses dari kantor secara langsung ? pasti akan kerepotan, bagi yang advance mungkin bisa setting DMZ/port forwarding di modemnya. Tapi apa semua orang bisa?.

Wah.. sudah waktunya ngantor.. ntar di lanjutin deh.. sabar ya.. best partnya ada di lanjutan ceritanya

December 10, 2008

Mengendalikan PC dengan HP via Bluetooth

Ini crita setelah menghadiri Unesco Meeting di Yogya. Di pertemuan yang dihadiri peserta dari Jepang, Singapore, Thailand, China, Korea dan Indonesia, semua pada bawa presenter sendiri-sendiri. Tau kan presenter, itu lho remote untuk ngontrol slide power point. cuman daku yang gak bawa, alias kepaksa minjem ama Masami (thx masami). Keliatan banget paling gak modal .. he he.. tapi dipikir-pikir, laptop EEEPC ku, kan ada bluetoothnya.. trus hp juga ada bluetooth. selama ini koneksi HP-PC via BT kan cuman buat mindahin data ama buat dijadiin modem dalam keadaan darurat. Logikanya kan bisa kita manfaatin bluetooth buat ngeremote power point. Dari browsing, akhirnya nemu juga beberapa software  yang bisa digunakan untuk me-remote pc via BT. antara lain seperti di Blog Heryan Tony http://tonyhcl.blogspot.com/2008/11/kontrol-pclaptop-dengan-ponsel-nokia.html untuk hp nokia. saya belum mencoba software ini. Beberapa software juga nggak gratis. 

Akhirnya nemu juga software dengan nama vectir. Situsnya www.vectir.com. Enaknya software ini memanfaatkan serial port service yang bisa diaktifkan via bluetooth. hampir semua perangkat bluetooth pasti punya service ini. Ada memang hp yang sudah punya fasilitas remote control, terutama SonyEricson. tapi vectir ini bisa dipakai diberbagai hp yang support java. Software yang di download ada 2, yaitu vectirserver,untuk di pc/laptop dan program btremote.jar yang di install di HP. Konfigurasinya cukup mudah. Yang penting langkah pertaama, aktifkan dulu service serial port pada koneksi bluetooth antara pc dan hp.

serialserver

Langkah kedua adalah instalasi software pada pc dan hp. Setelah instalasi pada PC, jalankan program vectir  seperi gambar dibawah

vectir-server

Setelah program vectir server aktif, install program btrmote di HP dan jalankan. Program akan meminta device yang di hubungkan. Jika koneksi berhasil, maka akan ada  pilihan. Untuk kondisi awal hanya ada 2 pilihan yaitu media player menu untuk pilihan menu text dan media player untuk graphic. tampilan pada layar hp adalah sebagai berikut :

razr

Agar dapat berfungsi sesuai keinginan, maka victir server pada pc perlu di konfigurasi command untuk tiap tombolnya. misal untuk menggerakkan kursor ke kiri tombol hp apa yang di tekan, demikian juga untuk arah lain serta klik kiri dan kanan. Setelah semua fungsi kita program, maka kita bisa mengendalika pc via HP. tidak cuma untuk presentasi, bahkan untuk meremote kursor dan sebagai remote untuk media player. Pokoknya oke deh.. Victir kompatibel dengan hampir semua jenis HP yang support java.

Demikian dulu ya.. dah ngantuk.. silahkan dicoba, kalau belum berhasil kontak aja.. mudah-mudahan bisa membantu.. thx..

December 10, 2008

Harga Gile…

Wah.. tulisan ini kayanya rada telat, tapi gpp deh dari pada nggak nulis sama sekali. Yang jelas beberapa waktu lalu saya sempet main ke indocomtech, di JHCC. Ternyata yang namanya Asus EEEPC 1000H udah tembus 6,5 Jt. Bahkan minggu lalu sempet nyampe 7,2 juta. Wah padahal pak Rifan dah dengan semangatnya nitip laptop ini. maaf ya pak, mudah-mudahan dolarnya cepet turun..

Minggu lalu juga sambil lihat-lihat laptop saya tertarik sama netbook baru keluaran asus juga. Tipenya …wah rada lupa, ntar saya browsing-browsing dulu. Processornya atom pula. Hanya saja VGA nya dedicated, gak share. dan modelnya lebih manis. Sedikit lebih tipis, dengan spek yang lain sama dengan EEEPC1000H. Nah baru nemu, tipenya asus N10. Kemaren ditawain dengan harga 7,8 jt (waktu itu EEEPC 1000H 7,2 jt). Ini bentuknya

asus_n10_netbook_1

Berikut spek detilnya

Processor & Cache Memory
Intel® Atom® Processor N270 : 1.6 GHz 533 MHz, On-Die 512K Cache;
Operating System
Genuine Windows Vista® Ultimate,
Genuine Windows Vista® Business,
Genuine Windows Vista® Home Premium,
Chipset
Intel® 945GSE
Main Memory
DDR2 533 MHz SDRAM, 1 x SODIMM socket for expansion up to 2GB SDRAM
Display
10.2″ WSVGA Color-Shine (Glare-type)
Video Graphics & Memory
NVIDIA® GeForce® 9300M GS with 256MB VRAM
Hard Drive
2.5″ 9.5mm SATA

320GB,5400rpm
250GB,5400rpm
160GB,5400rpm

Card Reader
8 in 1 card reader: SD,MMC,MS,MS-Pro,mini SD w/ adapter,MS-Duo,MS-Pro Duo via adapter
Video Camera
1.3 Mega Pixel web camera
(optional)
Fax/Modem/LAN/WLAN
Integrated 802.11a/b/g/n or 802.11b/g
Built-in Bluetooth™ V2.0+EDR (optional)
LED Status Indicator
Power-on/Suspend
Battery Charging/full/low
Storage device access
Capital Lock
Bluetooth on status indicator
Interface
1 x Express card
1 x Microphone-in jack
1 x Headphone-out jack (S/PDIF)
1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor
3 x USB 2.0 ports
1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert
1 x HDMI
1 x WLAN On/Off Switch
1 x Bluetooth On/Off Switch
UMA/Discrete Switch
Hot Keys
Function Keys:
Fn+F1 Suspend switch
Fn+F2 WLAN switch
Fn+F2 Bluetooth switch
Fn+F3 Access to the E-mail
Fn+F4 Access to the Internet
Fn+F5 Brightness down
Fn+F6 Brightness up
Fn+F7 LCD on/off
Fn+F8 LCD/CRT switch display
Fn+F9 TouchPad Lock
Fn+F10 Volume on/mute
Fn+F11 Volume down
Fn+F12 Volume up
Fn+Space Power 4Gear +
Fn+C Splendid
Fn+T Power4Phone
Fn+V Camera capture
Fn+A Light Sensor
Fn+↑: Stop
Fn+↓: Play/Pause
Fn+ ←:Skip to Previous Track
Fn+ →:Skip to Next Track
Audio
Built-in Azalia compliant audio chip, with 3D effect & full duplex
Built-in speaker and microphone
Keyboard
26.3mm size Keyboard
Battery Pack & Life
3 cells: 2400 mAh,
6 cells: 4800 mAh,
AC Adapter
Output: 19 V DC, 3.42 A, 65W
Input: 100-240V V AC, 50/60 Hz universal
Dimension & Weight
27.6 x 19.5 x 3.71 cm (W x D x H)
1.4 kg (with 3 cell battery)
Security
BIOS Booting / HDD User Password Protection and security lock
Kensington lock hole
Supplied Accessories
Optical Mouse Carrying bag
Multimedia Software
ASUSDVD 6-in-1
Virus & Tool Software
Norton™ Internet Security 2008
Adobe Acrobat Reader 8.0
Power2Go
ASUS Utility
Asus Win flash for BIOS and Driver live Update
ASUS SmartLogon
ASUS Net 4 switch
Asus Power4Gear eXtreme
Asus Live Update
Asus Multi-Frame
Asus NB Probe +
ASUS Life Frame 3
Asus Wireless Console
ASUS Splendid
Asus Screen Saver
ASUS Zoom In
Warranty & e-support
2-year limited global hardware warranty
*different by country
1-year battery pack warranty
On-line problem resolution through web interface (BIOS, Driver update)
OS (Microsoft Windows Vista) install/uninstall consultation
Bundled software install/uninstall consultation
ASUS software supporting

Kalo saya sih masih seneng EEEPC 1000H, abis punyanya cuman itu.. he he.. untuk anda.. silahkan pilih sendiri deh… tapi yang jelas gara-gara dolar, moto “ringan di jinjing ringan di cicil’ dah gak terlalu relevan.. hik.. mudah-mudahan bisa turun lagi harganya.. Tapi menurut saya sih kalau harga netbook diatas 6 juta kayanya dah gak layak untuk beli. Apalagi processornya atom.. mending Core2duo dah…

October 23, 2008

Multitouch EEEPC yang kereeennnn

Waktu pertama beli Asus EEEPC 1000H, daku masih bingung. apa sih multitouch..maklum gaptek sih.. di specnya cuman di tulis TOCH PAD : ELANTECH SMART PAD MULTITOUCH. dah gitu aja.. kirain ama seperti laptop-laptop yang lain. jadi bagian paling kanan touch pad bisa untuk scroll naik turun, terus yang bawah bisa untuk scroll kiri kanan. Nah setelah sedikit cari info di internet, ternyata multitouch itu memungkinkan jari yang menempel ke touch pad lebih dari satu. setelah aku coba ternyata bner, kalau pakai satu jari, ya sperti touchpad laptop yang lain. untuk ngarahin, di tap untuk ngeklik, dll. tapi untuk dua jari bisa untuk scroll. jadi dengan menempelkan dua jadi di touch pad, kemudian menggerakkan keduanya keatas bawah, jadi fungsi scroll up/down, kalau ke kiri kanan jadi scroll kiri/kanan… cuman itu aja kemapuan multitouch yang aku temukan 2 hari setelah aku beli EEEPC ini.

Tapi semua berubah seminggu yang lalu. pas browsing dapat info tentang upgrade driver elantech smart pad dan fasilitasnya. coba aja aku upgrade ke versi 7.0.3.8 .. yang didapatkan.. ruarrr biasa… fungsinya jadi banyak banget. berikut beberapa fugsi multitouch baru yang didapat setelah upgrade driver :

Zoom in/ Zoom out. Zoom in dan zoom out bisa dilakukan dengan menempelkan 2 jari ditouch pad, dan di gerakkan saling menjauh untuk zoom in, dan saling mendekat untuk zoom out. bisa jalan di semua program yang bisa di  zoomin/out kaya excel, word, pdf, photoshop, image viewer dll…

Rotate, dengan menempelkan kedua jari dan menggerakkanya seperti memutar akan menjalankan fungsi rotate, bisa diaplikasikan di acrobat reader, image viewer dll..

    dua jari tap (bisa di program), tiga jari tap di touch pad : sama dengan klik kanan (bisa diubah fungsinya), tiga jari geser ke atas, memanggil windows explorer

     

     

     

    tiga jari kebawah : fast switching antar aplikasi, tingal di geser ke kiri atau ke kanan untuk memilih aplikasi yang akan di aktifkan ke main window.

    Tiga jari geser ke atas : Memanggil My Computer

     

     

     

    apa lagi ya.. yang saya tau kaya iphone deh mungkin tablet pc juga bisa ya.. maklum gak pernah punya sih.. jadi gak tau .. tapi bener, produktifitas jadi meningkat mau zoom in gampang, zoom out dll… oh ya, ini ada videonya yang kebetulan nemu di youtube.

    October 19, 2008

    My Asus EEEPC 1000H

    Seperti cerita sebelumnya, niatan beli netbook Asus EEE PC 1000H cuman sekedar untuk ngetik, browsing plus nonton film kalo pas nunggu pesawat atau di perjalanan. Selain ngerjain project GPS tentunya.. Maklum dari hasil browsing processor intel atom memang bukan untuk kerja berat. bahkan intel sendiri bilang kalau performanya dibawah celeron.. tapi kembali lagi urusan budget dan ukuran kecil dan enteng itu yang menarik. Kata pak Nanang, rekan di TEUB, “ringan di jinjing ringan di cicil“.. hehe..gambaran yang oke.. Ditambah ukuran batere 6  cell yang bikin netbook ini bisa kerja 5 jam nonstop.

    Yang pertama emang mantep baterenya.. 6 cell.. biasanya tiap kali ngajar, rapat dll harus cari posisi strategis. artinya deket ama stop kontak. Tapi pake laptop ini bisa kaya HP. ngecharge di rumah full, seharian kerja dengan batere, gak bingung colokan listrik. Memang untuk bisa panjang umur, fitur-fitur seperti bluetooth, camera dll di matiin dulu. juga performanya diturunin jadi power save mode. dan brightness disisain 2 level. tapi ini aja udah cukup terang. Dengan demikian bisa tambah lama lagi idupnya. kalo mau irit lagi matiin wifi, tapi kayanya gak mungkin deh lha kerjanya onlen terus..

    Batere Asus EEEPC1000H

    Batere Asus EEEPC1000H

    Secara umum performa Asus EEEPC 1000H cukup memuaskan.. Presentasi, ngetik, nonton film dll lancar.. Waktu main ke kantor maksima, dipamerin PES 2008 sama gede, langsung minta dicopyin source nya ke harddisk, dan iseng aku coba install di EEEPC, eh, jalan. Berikut foto saat jalanin PES 2008 di Asus EEEPC 1000H

    PES 2008 ON EEEPC

    PES 2008 ON EEEPC

    Setelah tau bahwa kemampuan EEEPC1000H lebih dari harapan, langsung aja netbook ini daku hajar jalanin Eagle untuk bikin PCB termasuk autoroutingnya, jalanin NetBean, Visual Studio .NET, sampe VMware. dipikir-pikir kasihan juga ya.. tapi ternyata semuanya jalan  normal.. wah.. akhirnya laptop lama ku, Dell, jadi dekstop di rumah. gak pernah lagi di bawa-bawa, meskipun aku masih sayang banget ama dell dah 2 tahun gak pernah masalah. Biar ada yang nawar.. gak dijual dah..

    .Net di EEEPC

    .Net di EEEPC

    WAMP server @ EEEPC

    UBUNTU VMWARE @ EEEPC

      Oh ya, satu hal yang saya baru tau, ternyata processor Intel Atom itu dual core.. saya belum baca dual core atau hypertheading tapi yang jelas kalo buka task manager kelihatan kalau CPU nya terdeteksi ada dua.

    Dual CPU intel Atom

    Dual CPU intel Atom

    Satu lagi yang buat asus ini oke punya, beda dengan saingannya adalah wirelessnya support A/B dan N. Sensitifitasnya juga bagus, bisa saingan ama teman yang pake laptop beneran (netbook ini kan laptop beneran juga ya..) selain itu bluetooth sudah terintegrasi. Jadi bisa internetan lewat 3Gnya HP via bluetooth kalau pas di jalan.

    Wireless A/B/N builtin EEEPC

    Wireless A/B/N and Bluetooth @ EEEPC

    mmm… apa lagi ya.  yang jelas sampai saat ini daku puas banget ama netbook ini. Seperti di tulisan awal, ringan di jinjing, ringan di cicil dan performancenya oke.. tentu gak bisa di bandingin ama core 2 duo dll….tapi lebih dari cukup untuk pekerjaan sehari-hari..

    October 19, 2008

    Axioo pico vs MSI Wind

    Sedikit cerita waktu daku sedang berburu netbook. Bingung banget nyari beda MSI wind ama Axioo pico. Setelah di mangga 2 dan melihat sendiri barangnya, baru aku tau bedanya cuman logonya.

    bodynya sama.. eh, bukan hanya sama, Axioo itu versi OEM dari MSI wind. Perbedaan utamanya hanya di bluetooth, karena Axioo gak ada bluetoothnya sedangkan MSI dah build-in. Perbedaan kedua harddisk, MSI wind 80GB dan pico dah 160 GB, ketiga harganya .. msi wind jauh lebih mahal dari Axioo Pico. Kebetulan waktu browsing, dapet artikel kalau MSI wind ternyata banyak variannya yang berbeda nama untuk tiap negara. Berikut cuplikan artikelnya :

    “Latest information from Cloudbook UMPC showed that there are already 18 MSI Wind clones released so far, including the MSI Worldwide version. And as Liliputing noted, a Wikipedia entry listed 17 clones, but those data may not be updated yet that why it doesn’t tally with the Cloudbook UMPC list.

    Each of these MSI Clones sport different names on each of the country. And so far, the most popular of them is the Medion Akoya Mini which was released in Germany, Switzerland, Austria, The Netherlands, Belgium, Denmark, Spain, France and Ireland.

    Here’s the complete list of the MSI Wind OEM’s as compiled by Cloudbook UMPC:

  1. MSI Wind U100 (Worldwide)
  2. RoverBook Neo U100 (Russia)
  3. Advent 4211 (Belgium, France, Luxembourg, Swiss, U.K.)
  4. Medion Akoya Mini (Austria, Belgium, Denmark, France, Germany, Spain, Switzerland, The Netherlands)
  5. MyBook M11 ( Denmark)
  6. Mivvy M310 (Czech Republic)
  7. Tsunami Moover T10 (Portugal)
  8. Casper Minibook (Turkey)
  9. Datron Mobee N011 (Turkey)
  10. Proline U100 UMPC (South Africa)
  11. CMS ICBook M1 (Vietnam)
  12. HCL MiLeap MH 04 (India)
  13. Axioo Pico (Singapore, Indonesia)
  14. Averatec Netbook (U.S.)
  15. Mouse LuvBook U100 (Japan)
  16. Portatil Beep Iridium U10 (Spain)
  17. Ahtec LUG N011 (Belgium, Netherlands, Spain)
  18. Sylvania MAGNI Netbook (U.S.)
  19. October 19, 2008

    Berburu Netbook

    Ini cerita waktu saya pingin beli netbook. Seumur-umur saya belum pernah yang namanya beli laptop baru. Kalau beli laptop second.. jangan tanya.. bahkan 7 kali ke akihabara itu kan cuman berburu laptop second.. he he .. Nah, mumpung baca-baca ada kategori laptop murah yang harganya 5 jt an, jadi tertarik neh, apalagi ukurannya kecil dan enteng. Benernya tujuan utama adalah buat ngerjain project GPS. Maklum untuk nguji rangkaian GPS yang dibikin harus muter-muter  pake mobil. Nah, berhubung laptopku baterenya pada koit dan cari pinjaman belum dapat, nekat deh, cari laptop yang kecil dan baterenya lama. Setelah cari-cari di internet koq lagi booming yang namanya netbook. Ukurannya kecil, kurang dari 10” dan harganya lumayan terjangkau.. tapi yang jadi pertanyaan bagaimana performa netbook ? apakah bisa menggantikan laptop yang biasa aku pakai > tapi karena pertimbangan, ah paling cuman buat ngetik dan browsing. Paling berat ya cuman nonton film. Karena cuman akses GPS aja kan gak berat, dan syarat utama bisa jalanin Google Earth lancar. Sebelumnya aku coba google earth di  laptop P3 parah banget. Ya udah akhirnya nekat deh.. dengan bongkar tabungan, mulai berburu netbook dengan spesifikasi yang sesuai keinginan dan kantong.

    Ada beberapa netbook yang aku baca review dan spesifikasinya. Berikut table spesifikasi yang saya bandingkan. Tapi yang saya bandingkan hanya yang versi harddisk, karena versi SSD masih sangat kecil ukurannya. Paling gede cuman 30 GB, jadi gak masuk inceran.

     

     

    Acer Aspire One

    Asus Eee PC 901

    HP 2133

    MSI Wind

    Pricing

    4,5 jt (1 GB RAM, 120 GB HD)

    5.2 jt

    6 jt

    5,7 jt

    Weight

    from 1 kg (2.2 lbs, with SSD, and 3-cell battery) to 1.3 kg (2.8 lbs, with HD, 6-cell battery)

    1.1 kg (2.4 lbs)

    from 1.2 kg (2.6 lbs)

    1 kg (2.2 lbs, 3-cell battery) or 1.2 kg (2.6 lbs, 6-cell battery)

    Monitor

    8.9″, glossy, LED

    8.9″, matte, LED

    8.9″, glossy, LED

    10″, matte, LED

    Display resolution

    1024×600

    1024×600

    1024×600 or 1280×768

    1024×600

    Processor

    Intel Atom N270 (1.6 GHz)

    Intel Atom N270 (1.6 GHz)

    Via C7-M ULV (1.6 GHz)

    Intel Atom N270 (1.6 GHz)

    RAM

    512 MB or 1 GB

    1 GB

    1 or 2 GB

    1 GB

    Max RAM

    1,5 GB (512 MB onboard, plus memory slot up to 1 GB)

    single memory module up to 2 GB

    2 GB

    2 GB

    Storage

    8 GB SSD o 120 GB HD

    12 GB SSD (Windows version) o 20 GB SSD (Linux version); plus 20 GB of online storage

    120 GB

    80 GB

    Graphics

    Intel GMA 950

    Intel GMA 950

    Via Chrome 9

    Intel GMA 950

    Operating system

    Linpus Linux (custom Fedora)

    Windows XP Home or Linux (custom Xandros)

    Windows Vista (Basic or Business) or SUSE Linux Enterprise Desktop 10

    Windows XP Home

    I/O

    3 USB, VGA, Ethernet 10/100, headphones, mic

    3 USB, VGA, Ethernet 10/100, headphones, mic

    2 USB, VGA, Gigabit Ethernet, headphones, mic

    3 USB, VGA, Ethernet 10/100, headphones, mic

    Wireless

    WiFi 802.11b/g

    WiFi 802.11b/g/n, Bluetooth

    WiFi 802.11a/b/g, optional Bluetooth

    WiFi 802.11g, Bluetooth

    Accessories

    card reader (x2), 0.3 Mpx webcam, integrated mic

    card reader, 1.3 Mpx webcam, integrated mic

    Expresscard slot , card reader, 1.3 Mpx webcam, integrated mic

    card reader, 1.3 Mpx webcam, integrated mic

    Battery

    3-cell (2-2,5 h); a 6-cell battery has been announced

    6-cell (4-5 h)

    3-cell (2 h) or 6-cell (4 h)

    3-cell (2-2,5 h); 6-cell (4,5-5 h) available in some countries

    Specs

    Acer

    Asus

    HP

    MSI

    Reviews

    Notebook Review, PC Magazine, Laptop Magazine

    Notebook Review, ZDNet, Neoseeker, Digital Trends

    Notebook Review, Notebookcheck, CNET, Laptop Magazine

    Notebook Review, Laptop Magazine, Geek.com, Digital Trends

    Notes

    touchpad buttons in vertical orientation

     

    lower performance than Atom-based netbooks; touchpad buttons in vertical orientation; excellent keyboard

    touchpad with 1 single button

     

    Masih ada beberapa tipe netbook seperti kohjinsha,.. tapi harganya ampun deh.. kayanya udah nyerah dulu baca harga di brosurnya. Demikian juga banyak yang merknya baru kenal seperty zyrex, everex dll..

     Setelah menimbang-nimbang dan memilih-milih, tambah bingung lagi. Emang bener kata orang, kebanyakan mikir itu tambah bingungnya.tapi gimana lagi, namanya juga budget terbatas. Kalo gak mikir budget pasti dah beli dell XPS atau Thinkpad X300 idaman he he.. tapi ya udah.. emang mampunya segitu ya harus berfikir keras. Yang jadi permasalahan dalam pertimbangan, acer aspire one ukurannya kekecilan. Aku bayangin kalo ngetik lama pasti tangan cepet capek. Terus batere yang cumin 3 cell kayanya kekecilan. Kalo axioo pico, aku masih ragu-ragu sama axioo nya. Meskipun axioo merupakan sodara kembar MSI wind (karena axioo adalah OEM nya MSI) tapi quality controlnya kan beda. Beberapa fasilitas di MSI juga dikurangin kaya blue tooth.nah.. tambah bingung. HP udah jelas gak kebeli harganya dah diatas 6 jt. MSI wind.. wah.. ternyata mahal juga. Harganya 5.7 juta. Asus EEEPC 901 ukurannya juga kecil, hampir sama dengan acer. Cuman kelebihannya camera dah 1,3Mpix (acer 0.3Mpix). Tapi harddisknya pake SSD cuman 20 GB. Lewat deh asus.. Tambah bingung deh..  di beberapa forum Indonesia yang membahas axioo ada yang complen.. wah.. yang mana dong

     

     

    Kebetulah awal September ada acara di Jakarta, berdasarkan hasil survey di malang, dengan tekad bulat jalan ke mangga dua. Niatnya lihat barang aslinya dan memutuskan beli yang mana. Karena selama ini blum pernah lihat yang namanya MSI wind. Dengan di anter Eby dan agus, sampailah di dusit mangga dua. Sambil jalan menuju langganannya Eby, aku lihat ada took yang majang hamper semua tipe netbook. Mulai acer, asus, hp, msi, axioo, dll.. semua di letakkan berderet di meja terbuka. Wah mantep neh satu-satu aku coba mulai beratnya sampe lihat fiturnya dari device manager. Yang sedikit beda disitu AXIOO pico dan MSI baterenya udah 6 cell. Untuk AXIOO pico waktu itu harganya 4,9 jt dan MSI 5,7. jauh ya.. padahal bentuknya persis banget. Cuman beda bluetooth. Dan beda merk tentunya.. mungkin ini  juga yang bikin harganya mahal..Asus EEE PC 900 juga aku cobaiin.. kecil dan pake SSD.. wah.. gak cocok neh.. nah, pas lagi milih milih, tau-tau penjualnya ngeluarin barang baru. Dia bilang baru nyampe.. tipenya Asus EEEPC 1000.. langsung di taruh bersebelahan ama netbook yang lain.. wah..menarik neh.. menariknya ukuran layarnya udah 10” (asus EEE PC yang lain ukurannya < 9”) dan udah pake harddisk. Mantepnya lagi, baterenya udah 6 cell. Tambah bingung… pas aku tanya gimana performancenya, yang jual bilang gak ngerti. Karena ini baru datang… waduh… yang jual aja belum ngerti.. gimana ya.. pas nanya harga, dibuka 5,2 jt.  Menarik…. Lebih murah dari MSI wind tapi fasilitas oke.. cuman harddisknya hanya 80 GB. Soal fitur jauh di atas acer maupun pico. Wirelessnya udah a/b/n kalo yang lain kan cuman a/b. Selain itu batere 6 cell, udah ada bluetooth. Kamera udah 1,3Mpix sama dengan pico (acer 0.3Mpix). Tapi masalahnya belum ada yang berpengalaman pakai netbook ini. Terlalu baru sih… Berdasarkan info itu, aku coba browsing ke toko lainnya. Sapa tau ada yang punya pengalaman dan harga yang lebih murah. Tapi dari puluhan toko yang aku tanyain, katanya Asus EEEPC 1000H belum masuk barangnya. Malah di tawarin yang EEEPC 901. wah.. masa cuman satu toko yang punya.. setelah menenangkan diri sebentar, akhirnya mantep deh.. aku beli aja yang EEE PC 1000H. tentu dengan nawar dulu.. mudah-mudahan bisa lebih murah.

     

    Setelah balik ke toko pertama, yang ternyata kenal ama Eby temenku yg setia nganter, aku bingung lagi.. sampai aku angkat satu-satu. Emang rada berat sih, di bandingkan aspire one. Kalo ama pico sepertinya hampir sama, cuman desainnya emang kerenan pico. Tapi berhubung menurut aku fitur / harga yang paling baik Asus EEEPC (masih agak belum percaya ama axioo). Akhirnya dengan sedikit nego harga dibantu Eby, dapat kesepakatan 5 jt .. mantep deh.. diminta milih warna, kebetulan yang ready baru hitam ama putih. Yang putih keren sih, cuman kalo aku pilih putih, bisa-bisa diambil langsung ama istriku (he he… love you ma) .. di bongkar box yang baru, terus di nyalain. Aktifin windows bentar, kemudian aku cek satu-satu fungsinya. Mulai audio, screen, nyari dead pixel, wireless, webcam dll… waktu itu baterenya cuman tinggal 10 %. Tapi yang hebat meskipun tinggal 10 % masih bisa nyala 30 menit lebih. Ok deh.. setelah test, bayar, dan dikasih kartu garansi resmi astrindo indonesia.. ini penting.. abis belum ada yang pernah coba… itu dulu deh.. cerita sampai aku memutuskan beli Asus EEEPC 1000H ini .. yang aku pake ngetik sekarang. Sampai saat ini oke-oke aja.. post selanjutnya aku coba review dari sisi performancenya.